Kamis, 06 Juni 2013

Jauh Di Atas Sempurna

"hai aku sang rumput liar, aku hidup di jalanan yang ramai, berdebu, panas, dan basah saat hujan. hidupku sangat tidak enak, lebih tepatnya tidak dibutuhkan. seolah - olah diriku tidak pernah ada di dunia ini. aku selalu diinjak - injak, dicabut, bahkan dilindas oleh kendaraan. tapi, meskipun mereka memperlakukan aku seperti itu, aku tetap kuat berdiri, bernafas dan berfotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. aku berjanji dalam hidupku walaupun aku dirusak aku akan tetap hidup karena aku hidup bukan untuk dilecehkan ataupun diremehkan."

itu kata - kata sang rumput liar. gimana? masih capek hidup? ga malu sama rumput liar? dia itu kuecil dan dianggap benalu. sering diinjak, dilindas, kena debu polusi, dan semacamnya. tapi apa yang dia lakuin? dia tetap menjalani kehidupannya sebagai rumput liar. dia tidak menyesal, dia bahkan tidak mendendam kepada siapapun yang melakukan hal - hal tsb kepadanya. mengapa? karena dia hidup untuk dia sendiri, dia hidup dengan berprinsip "bukan untuk dilecehkan ataupun diremehkan".

sekarang coba deh, liat diri masing - masing. jangan cuma ngaca bagian luar aja.

kalian udah hidup itu perfect banget, apalagi lahir tanpa kecacatan. hidup punya prinsip kan? pergunakan prinsip hidup sebaik mungkin. jalani hidup sesuai keinginanmu, jangan menyerah. tetep kuat layaknya rumput liar.

kalian merasa hidup ga sempurna? ngerasa Tuhan ga adil? coba deh, liat kondisimu sekarang.

kalian lagi pake baju?
kalian bisa makan?
kalian tidur di bawah atap?
kalian lagi pegang gadget?

kalo emang semua jawabannya iya, hidup kalian itu udah diatas sempurna, tinggal mengolahnya aja. gausah menyesal sama apa yang udah dikasih sama Tuhan, pergunakan dengan baik. jangan gampang nyerah dan nggampangin. as an example, ya rumput liar tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar